.jpg)
Ini cuma sepenggal kisah tentangku. Aku berasal dari sebuah kota di Sulawesi Utara, tepatnya Kota Bitung. Awal mula menapakkan kaki di UnSoed, seperti pada umumnya, banyak berkenalan sana-sini. Pertanyaan favorite mahasiswa tahun pertama, selain " Jurusan apa? ", adalah " Asalnya dari mana? " .
Aku suka ragu menjawab dari " Bitung", karena itu berarti aku harus menjelaskan lagi " Bitung " itu dimana, atau bahkan " apa " ! ( Capek emang! )
Jadi, aku suka menjawab : " Aku dari Manado ", berharap mereka tau kalau itu adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara, berjarak kurang lebih 50 km dari kota Bitung.
Respon yang aku terima : " Manado dimana ya ? " atau " Kayaknya pernah dengar, dimana sich? ". Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa dan pasrah aja menjawab " Manado tuh ibukota Provinsi Sulawesi Utara ".
Hingga suatu hari, ada seorang cowok yang bertanya: "Asalmu darimana? "
Seperti biasa, aku menjawab : "Manado"
" Oh, jauh juga ya..." jawabnya
Senyumku langsung mengembang. " Akhirnya " pikirku.
Selama ini belum ada teman satupun yang ngasih respon positif seperti itu. Ilmu bumi anak ini pasti bagus.
Aku baru saja akan melontarkan pernyataan " Wah, akhirnya! Kamu tau Manado? Ilmu bumi kamu bagus juga ya!", dan sederetan pertanyaan lainnya sampai tiba-tiba dia melanjutkan ucapannya,
" Kalimantan. Emang jauh sich..."
"Hah...?" (benar-benar speechless dech !).





1 komentar:
memang, saat ini jarang yg senang belajar ilmu bumi, jadinya; rasa nasionalismenya minim.....
Posting Komentar