Sabtu, 15 Maret 2008

Kisah Si Penafsir Mimpi

Alkisah tentang suatu negeri nun jauh disana, hiduplah seorang raja dan putrinya yang memimpin negeri itu dengan tentram dan damai.

Pada suatu hari, Sang Raja bermimpi buruk. Buruk sekali. Hal ini terjadi dalam beberapa malam, hingga membuat Sang Raja gelisah.

Rajapun bertanya kepada putrinya : " Wahai putriku, apakah arti dari mimpi tersebut?"

Putripun menjawab : " hamba tidak tahu ayahanda, biar hamba panggilkan seorang penafsir mimpi untuk ayahanda ".

Maka datanglah seorang penafsir mimpi dihadapan Sang Raja. Sang Rajapun menceritakan isi dari mimpinya dan bertanya : ' Wahai Tuan, apakah arti dari mimpi tersebut?"

Dengan raut wajah yang suram dan takut Si Penafsir mimpi tersebut menjawab : " Baginda Raja, bencana besar telah datang! Seluruh anggota keluarga baginda akan meninggal dan baginda adalah satu-satunya anggota keluarga yang selamat!"

Dengan murka Baginda Raja berteriak :" Pengawal...! hukum orang ini dengan 1000 kali cambukan!"

Keesokan harinya, datang seorang penafsir mimpi yang lain. Sang rajapun menceritakan tentang mimpi buruknya dan bertanya : " Wahai Tuan, apakah arti dari mimpi tersebut?"

Sang penafsir mimpi tersenyum. Dengan tenang dia berkata :" Baginda sangat beruntung. Baginda diberi umur yang panjang karena baginda adalah anggota keluarga yang paling lama bertahan hidup"

Sang Rajapun puas. Dia menyuruh pengawal membawakan satu kantong emas untuk sang penafsir mimpi tersebut.

Saat sang penafsir mimpi itu hendak pulang, dia bertemu dengan Sang Putri. Sang Putripun bertanya :" Wahai Tuan, bukankah maksud dari ucapan tuan sama dengan penafsir mimpi sebelumnya?"

Sang penafsir mimpipun tersenyum dan menjawab :" Benar, Baginda Putri, arti ucapan hamba memang sama dengan arti dari penafsir mimpi yang sebelumnya". Lalu diapun pergi.

Apa yang dapat disimpulkan?
Cara pangucapan yang berbeda dengan maksud yang sama, akan menyebabkan respons yang berbeda pula.

Karena itu, berhati-hatilah dalam berucap, teman.

Tidak ada komentar: